Majalengka, 10 Desember 2025 – Fakultas Psikologi Bisnis dan Teknologi Universitas YPIB Majalengka melaksanakan kegiatan penelitian mengenai efek kebisingan terhadap pelaksanaan art therapy pada siswa SMA di SMAN 1 Tomo dengan menggunakan pendekatan quasi-eksperimental non-equivalent. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi lingkungan terhadap efektivitas terapi seni dalam mendukung kesehatan mental siswa.
Dalam penelitian ini, siswa dibagi ke dalam dua kelompok dengan kondisi lingkungan yang berbeda, yaitu kelompok yang menjalani art therapy dalam suasana tenang dan kelompok yang berada dalam kondisi lingkungan dengan tingkat kebisingan tertentu. Perbedaan ini digunakan untuk melihat bagaimana kebisingan memengaruhi proses terapeutik yang dijalani siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti art therapy dalam lingkungan yang tenang mengalami peningkatan yang lebih baik dalam hal konsentrasi, ekspresi emosi, serta kualitas karya seni yang dihasilkan. Sebaliknya, siswa yang berada dalam kondisi bising cenderung mengalami gangguan fokus sehingga hasil terapi menjadi kurang optimal.
Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya faktor lingkungan dalam mendukung keberhasilan intervensi psikologis di sekolah. Lingkungan yang kondusif dinilai mampu memberikan rasa nyaman bagi siswa, sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam mengekspresikan diri melalui media seni.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan pihak sekolah dan tenaga pendidik dapat lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran maupun terapi. Art therapy sebagai salah satu metode pendekatan kesehatan mental diharapkan dapat diterapkan secara lebih efektif guna mendukung perkembangan emosional dan psikologis siswa.